5 Prinsip Kuliah Bagi Mahasiswa Doktor

Kuliah sebagai mahasiswa Doktor berbeda jauh dengan kuliah yang Anda bayangkan di jenjang magister atau sarjana. Kuliah di jenjang Doktor akan membuatmu lebih bingung dengan rancangan disertasimu atau akan membuatmu lebih piawai dalam memahami disertasimu. Pada artikel kali ini akan dijelaskan 5 Prinsip kuliah bagi mahasiswa Doktor yang layak kamu ketahui. Jika kamu adalah mahasiswa atau calon mahasiswa Doktor, artikel ini untukmu.

Prinsip 1# Kuliah Berbasis Luaran untuk Disertasimu

Mata kuliah yang dialokasikan oleh program studi didesain khusus untuk disertasimu. Bahkan sebuah kuliah yang sama akan memiliki learning outcome yang berbeda untuk tiap mahasiswa. Sebagai contoh kuliah Kapita Selekta: Rekayasa Perangkat Lunak untuk mahasiswa yang memiliki topik Pengembangan video game dan Pengembangan e-commerce akan berbeda jauh. Kendala yang biasa terjadi adalah:

  1. Mahasiswa sudah terlupa dengan dasar-dasar keilmuan di mata kuliah tersebut. Jika hal ini terjadi padamu, maka belajarlah untuk melakukan review hal-hal yang sifatnya fundamental melalui media e-learning atau buku teks. Agak aneh seorang mahasiswa Doktoral di bidang rekayasa perangkat lunak tidak bisa membedakan antara Scrum dan Mini-waterfall, padahal mereka membahas disertasi bertopik Agile Method.
  2. Mahasiswa tidak mengetahui ujung dari kuliah yang akan dicapai, mereka hanya berpikir lulus dengan nilai baik. Perhatikan, kuliah S3 tujuannya adalah memperdalam pemahamanmu dalam disertasi sehingga jika fokusnya memperoleh nilai, penulis jamin akan banyak tantangan pada saat Sidang Kompre, Seminar Hasil, dan sebagainya. Cara mengatasinya coba susun banyak pertanyaan apa hal yang ingin kamu dapatkan dari kuliah ini dikaitkan dengan topik disertasi yang diminati. Kemudian, sampaikan pada fasilitator Anda dan berdiskusilah, sudah kewajiban fasilitatorlah untuk memfasilitasi Anda ke jalan yang sesuai.

Prinsip 2# Kuliah Penuh Diskusi dengan Fasilitator

Kuliah S3 bukanlah kuliah duduk di kelas layaknya kelas konvensional, bukan pula kuliah flipped classroom layaknya kelas modern. Kuliah S3 adalah kuliah unik yang berfokus pada dua aspek yakni managing your knowledge dan leading your dissertation.

  1. Managing your knowledge artinya. Kuliah S3 selayaknya memberikan Anda filter mana yang penting yang harus Anda perdalam, dan mana yang opsional yang harus Anda perdalam untuk memperkuat fondasi keilmuan. Caranya? Penulis selalu menyarankan seorang mahasiswa S3 mengunjungi kata kunci tersandang di bidangnya. Sebagai contoh jika di dunia Rekayasa perangkat lunak maka ACM Classification akan berisi ribuan kata kunci yang disusun secara nomenklatur yang dapat diakses di http://www.acm.org/about/class. Hal yang Anda lakukan adalah memilih kata kunci yang sesuai dengan kebutuhan pengetahuan Anda dan cari referensi terkait dengannya.
  2. Leading your dissertation artinya mengekplorasi berbagai pertanyaan yang muncul terkait dengan disertasi Anda. Tahun pertama adalah tahun kebingungan dan ekplorasi. Dengan kata lain, kuliah penuh diskusi diusahakan menjadi filter yang lebih mendorong disertasi Anda ke jalur yang sesuai dan tidak terlalu melelahkan. Caranya? Dari poin nomor satu, cobalah mencari publikasi terkait, cetak dan diskusikanlah dengan fasilitator Anda dikaitkan dengan judul disertasi Anda.

Prinsip 3# Kuliah Sebagai Perjalanan Pemahaman dengan Sebuah Catatan

Kuliah S3 lebih kearah perjalanan pemahaman ke konsep yang sesuai dan benar. Akan sangat fatal jika sidang disertasi tertutup, tetapi salah konsep dasar. Dan itu adalah sebuah fakta nyata!. Layaknya perjalanan, alangkah baiknya terdapat catatan yang menjadi dasar perjalanan Anda selama kuliah. Catatan ini akan berperan penting dalam memutuskan berbagai hal penting. Sebagai contoh, teknik validasi apa yang akan dilakukan dari berbagai teknik yang ada? Dan bagaimana mengaitkannya dengan teori yang Ada. Ini dia cara melakukannya:

Gambar 1. Contoh Student Worksheet.

  1. Sebagai salah satu fasilitator di kuliah S3 yang umum dilakukan adalah membuat student worksheet atau lembar kerja mahasiswa (LKM). LKM berisi daftar misi dan juga capaian yang diharapkan dalam satu semester (LIhat Gambar 1). Jika ini adalah kuliah perdana maka mintalah fasilitator Anda sebuah worksheet yang akan Anda kerjakan satu semester.
  2. Setelah memiliki worksheet maka selanjutnya buatlah catatan Log Book Kuliah Anda. Log Book kuliah Anda ini bisa saja disatukan dengan log book penelitian Anda. Dia berisi apa yang Anda lakukan, kesulitan yang dialami, dan juga capaian yang Anda miliki. Catat semua, dia akan bermanfaat pada saat Anda memutuskan sesuatu langkah strategis untuk disertasi Anda. Penulis pribadi pada masa lalu menggunakan Aplikasi OneNote yang dapat diunduh secara gratis.

Prinsip 4# Kuliah Berbasis Referensi Multi-Modal

Jangan pernah berpikir, kuliah S3 menggunakan satu buku teks. Kenyataannya satu kuliah S3 saja bisa menggunakan 8 buku teks dan 24 publikasi terindeks dari ACM atau IEEE. Apakah artinya? Artinya tidak ada referensi yang sifatnya mutlak dan wajib. Pada saat Anda tidak menemukan referensi di salah satu media maka carilah di media atau bahan yang lain tanpa harus terpaku pada referensi tersebyt. Secara sederhana daftar uritan referensi kuliah S3 adalah

  1. Jurnal
  2. Buku Referensi
  3. Konferensi
  4. Buku Teks
  5. Whitepaper dan Sumber Internet terpercaya

Saya selalu menyarankan seseorang Mahasiswa bergabung ke student chapter, local chapter, dan keanggotaan asosiasi profesi ACM atau IEEE, bergabunglah untuk dapat mengakses pustaka mereka. Dan berita baiknya banyak kampus yang sudah berlangganan sehingga fokus Anda hanyalah mencari dan mencari di perpustakaan digital mereka.

Prinsip 5# Kuliah dengan Deadline Mandiri

Jangan terlalu asyik dengan disertasi atau kebingungan memperuncing Solusi, tujuan kuliah awal di doctoral adalah mempersiapkan Anda menjadi kandidat doctor (Promovendus), syarat administrative menjadi Promovendus adalah lulus ujian komprehensif Doctor. lulus ujian yang ideal adalah:

  1. Menyusun proposal dengan kaidah yang benar (tata tulis, struktur, dan benang merah penulisan)
  2. Memiliki proposal dengan substansi yang sesuai dengan keilmuan yang benar (tidak mengalami fallacy, overspread, dangkal, atau obsolete)
  3. Mampu mengkomunikasikan kontribusi pengetahuan dengan pendekatan yang benar (communication skill, collaboration skill, critical thinking, dan creative thinking)

Bagaimana menumbuhkannya dalam kuliah yang akan Anda ikuti? Maka jawabannya kuliah yang diikuti harus memiliki deadline yang mandiri, dan deadline mandiri itu ditandai pada saat kuliah tersebut dirasa cukup untuk mempersiapkan tiga hal tersebut. Cukup atau tidaknya? Adalah dengan cara berkomunikasi dengan fasilitator Anda dan bertanya pada diri Anda sendiri. Sebagai contoh jika saya berkuliah di rekayasa perangkat lunak, maka pertanyaannya adalah apa yang hendak saya ketahui dan berapa lama saya harus mencapainya.

Jangan khawatir, fasilitator tidak ada yang menyusahkan, yang bikin susah itu biasanya ketidak-konsistensi mahasiswa doctoral seperti sering menghilang, jarang di lab, jarang bersilaturahim dengan promotor atau fasilitator (melalui email? Telepon, ddb), dan pura-pura pasrah dan menyerah padahal Karena kegiatan sekolah S3nya terbagi kesibukan yang lain. Dan saya yakin itu bukan Anda.

 

 

Jabat erat!!

@ridife

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *