Ketika Hendak Bertemu

Jika Anda bekerja dalam dunia industri Anda pasti akan diperkenalkan dengan istilah S+. S+ di dunia industri adalah istilah pragmatis untuk kegiatan bertemu, berdiskusi, atau berkolaborasi yang sudah terjadwalkan. Di era modern ini S+ biasanya dilakukan dengan mengirimkan sebuah kiriman undangan berbasis elektronik (yang kita sebut dengan E-Appointment) melalui sebuah email. Kemudian setiap peserta kegiatan tersebut akan merespon S+ dengan komitmen kehadiran, ketidakhadiran, atau keraguan. S+ akan memblok semua calendar peserta untuk menjamin kegiatan itu terlaksana. Jika itu cerita di industri, bagaimana cerita di dunia akademik yang notabene nilai ‘etika’ dan juga menjadi fondasi untuk keberhasilan di dunia industri, mari kita bahas tips ideal sebuah situasi pertemuan antara fasilitator (dosen) dengan sang agen perubahan (mahasiswa).

  1. Pahamilah karakter dosen yang hendak Anda temui. Ketahuilah dosen itu ada yang menyukai WhatsApp, ada yang menyukai Email. Ada yang menyukai SMS, bahkan ada yang menyukai pertemuan langsung di jam yang sudah ditentukan. Dengan kata lain, coba pahami dan telaah bagaimana fasilitator yang hendak Anda temui dalam memilih kanal yang disukai. Bagaimana caranya? Cukup bertanya pada rekan yang lain yang pernah berinteraksi mana yang lebih disukai oleh fasilitator yang hendak Anda temui. Ada yang menyukai email ada yang menyukai IM dengan Whatsapp misalnya.
  2. Jika Anda sudah mengetahui apa preferensi komunikasi beliau maka langsung lakukan hal tersebut, hubungi beliau melalui kanal tersebut. Jika Anda tidak memperoleh informasi tersebut maka temuilah fasilitator Anda di jam dan waktu kerja, carilah pemahaman kapan fasilitator Anda mengisi kelas atau kebiasaan berada di lab. Temui beliau, jika ada tamu luangkanlah waktu untuk menunggu, dan ketika waktu bertemu maka tanya berikut
    1. Apakah Bapak/Ibu ada waktu?
    2. Jika ada waktu utarakan tujuan Anda, jika beliau berhalangan maka tanyakan apa waktu terbaik untuk bertemu kembali.
  3. Bagaimana jika tidak beruntung sehingga tidak bertemu? Pada saat ini Anda bisa mengirim pesan melalui kanal dan waktu yang menurut Anda sesuai, awali dengan memperkenalkan diri, nama, angkatan, dan informasi bahwa Anda sudah mencari di ruangan / menunggu di kelas yang bersangkutan dan tidak bertemu beliau, tanyakan kapan waktu bisa bertemu?
  4. Beri waktu beliau merespon, jangka waktu yang wajar adalah 1×24 jam di hari kerja. Jika lebih dari 1×24 jam tidak ada respon, maka Anda berhal menanyakannya kembali, jangan ragu. Tapi jangan berkali kali setiap lima menit bertanya..:D apalagi Anda menanyakannya di malam hari, di jam istirahat, atau di jam beliau mengajar 😀
  5. Bagaimana jika terburu-buru? Apakah bisa menemui langsung tanpa membuat janji? Walaupun tidak disarankan (baca alasannya di artikel ‘bencana itu bernama ‘terlambat”) maka selama di jam kerja, fasilitator adalah pelayan Anda yang available untuk kesuksesan Anda. Syaratnya Anda harus sudah siap di kampus, jadi jangan sampai kejadian mengajak bertemu tetapi Anda mengatakan bahwa Anda yang tidak bisa di jam yang ditawarkan atau pada saat ditawarkan bertemu sekarang. Bersiaplah mengorbankan waktu Anda, seperti beliau mengorbankan waktunya untuk bertemu untuk kesuksesan Anda.

Dan jika lebih dari satu minggu Anda kurang beruntung sehingga tidak dapat bertemu dengan beliau mungkin saatnya Anda berdiskusi dengan DPA Anda, Laboran tempat beliau biasa berada, atau bahkan Kaprodi Anda, selamat malam minggu semuanya

Ref: Terinspirasi dari tulisan Pak Kadep DTETI di media social (Pak Suharyanto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *