Kisah dibalik Kurikulum 2016 Prodi Teknologi Informasi

Tahun Akademik 2016/2017 adalah tahun akademik pertama bagi mahasiswa prodi Teknologi Informasi untuk menerapkan kurikulum baru 2016. Kurikulum yang kami bilang kurikulum dengan perubahan signifikan, kurikulum yang kami bilang berorientasi pada kesederhanaan tapi berharap akan kemajuan, kurikulum yang kami susun berdasar umpan balik alumni dan juga akademia. Kurikulum ini menggantikan kurikulum 2011 yang sudah lahir lima tahun silam. Mari kita lihat lebih dalam memahami lima hal pertimbangan utama mengapa kurikulum ini berubah dengan begitu banyak kuliah baru, bebeberapa kuliah hilang, dan perubahan SKS yang signifikan bagi beberapa kuliah dasar.

Kurikulum yang Berstandar Internasional

Kita ingin sama! Itu adalah alasan utama mengapa kita harus merubah kurikulum, kita ingin adik-adik kita merasakan hal yang sama dengan yang diajarkan oleh MIT di Amerika sana dengan yang diajarkan oleh Prodi TI UGM di sini. Jika ingin menguji saja silahkan melihat kurikulum MIT di sini dengan Kurikulum Prodi Ti, maka jangan kaget jika Semester 1 memiliki kesamaan di bidang TIK seperti Pemograman Dasar disandingkan dengan kuliah Algoritme. Tetapi, bukanlah suatu hal terpenting.. hal yang terpenting adalah kurikulum ini mengadopsi rekomendasi kurikulum ACM/IEEE, di dalamnya terdapat Body Knowledge yang menyarankan lulusan prodi TI itu harus memiliki kemampuan apa saja. Hal ini disinergikan dengan 30 kompetensi engineer yang disepakati Washington Accord. Apa manfaatnya bagi Mahasiswa Baru dan Lama? Prodi TI akan makin mudah melakukan gelar dual degree jika diinginkan karena kurikulum kita kompatibel, mahasiswa yang melakukan student exchange di Universitas luar negeri bereputasi akan mudah melakukan konversi SKS, dan satu lagi Anda didesain dari grown to up dari sisi keinsinyuran hingga ke sisi kemampuan teknis Teknologi Informasi.

Kurikulum yang mengarah pada Kompetensi Siap Terap

Entah itu dalam era menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean, atau persaingan global intinya tetap saja, mahasiswa Sarjana prodi Teknologi Informasi harus siap terap. Siap terap artinya memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar, dan kita semua tahu pasar industri keteknikan selalu dinamis. Alhasil itu diluar kendali pola pendidikan saat ini. Dengan kata lain yang bisa kita lakukan adalah memuka jalur-jalur kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri ataupun bidang keteknikan di teknologi informasi. Jika Kita lihat maka terdapat tiga konsentrasi yang semuanya berawalan dengan kata rekayasa: Rekayasa Sistem Komputer (RSK), Rekayasa Sistem Informasi (RSI), dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Semuanya diawali dengan kata Rekayasa sebagai penanda bahwa ‘kemampuan berinovasi’ adalah dasar dari semua konsentrasi. Hal yang terpengting semua beririsan dan mengarah ke kompetensi KKNI level 6.

RSK (Rekayasa Sistem Komputer) adalah konsentrasi yang kedekatannya sangat erat dengan konsentrasi pada Prodi Teknik Elektro sehingga sangat dekat dengan perangkat komputasi seperti komputer. Fokusnya adalah mendesain anda menjadi seorang Computer System Engineer. Dalam dunia kerja industri Anda disiapkan untuk menjadi Network Architect, System developers, hingga mungkin IoT programmers. Lebih mudahnya seperti ini, jika Anda menyukai segala sesuatu yang bersifat infrastruktur, jaringan, ataupun optimasi sistem Komputer modern maka ini konsentrasi miliki Anda. Pada ujungnya Anda dapat memperdalam ke berbagai sertifikasi seperti Comptia A+, Cisco Certification, Certified Ethical Hacker, hingga Azure Certified for IoT.

RSI (Rekayasa SIstem Informasi) adalah konsentrasi yang mengarah pada aspek perangkat lunak berbasis sistem informasi. Fokusnya adalah mendesain Anda menjadi Information Worker dan IT Professional. Dalam Dunia kerja Anda akan menjadi seorang yang mengelola data menjadi informasi seperti data analyst, big data, tata kelola teknologi informasi, serta IT professional yang mampu mengkonfigurasikan dan merencanakan sistem informasi modern seperti RDBMS, CRM, ERP hingga Cloud. Pada ujungnya anda dapat menuju ke sertifikasi yang diselenggarakan oleh banyak vendor seperti COBIT, ITIL, atau Microsoft Certified Solution Expert.

RPL (Rekayasa Perangkat Lunak) adalah konsentrasi yang mengarah pada aspek perangkat lunak dan manusia di dalamnya. Fokusnya adalah mendesain Anda agar siap menjadi inovator teknologi dibidang perangkat lunak. Dalam dunia kerja Anda akan didorong menjadi Professional Developer, User Interface Developer, User Experience Engineer, hingga Mobile Developer. Anda akan belajar mengembangkan solusi di berbagai platform consumer seperti Web, Mobile, Desktop, dan embedded software. Pada ujungnya Anda dapat menuju sertifikasi seperti Adobe Certification, Microsoft Developer Certification, Oracle Certification, dan masih banyak lagi

Kurikulum yang berdasar pada Body of Knowledge TI

Efek dari penyesuaian BOK ini adalah banyak mata kuliah yang mundur teratur (dihapus sksnya), bertambah porsi dasarnya (misal Fisika, Matematika), hingga mata kuliah baru yang sangat dekat dan dibutuhkan BoK. Apakah BOK, BOK secara sederhana adalah dasar pengetahuan yang harus dimiliki dan posisinya sehingga menghasilkan lulusan dengan spesifikasi yang tepat. Bicara Posisi maka Gambar berikut akan memudahkan kita memahami BOK dan posisi Teknologi Informasi. Berita baiknya karena berada di Fakultas Teknik dan memiliki kakak Teknik elektro maka pengaplikasiannya akan mengarah ke kiri, mendekati CS (ILKOM) tetapi tetap jelas perbedaannya dengan ILKOM seperti pada Gambar.

Kurikulum yang Mengakslerasi Kelulusan

Kurikulum prodi TI didesain mengakslerasi kelulusan, bagaimana itu dilakukan. Mari kita lihat tabel beban SKS

Semester 

SKS 

I 

21

II 

21

III 

21

IV 

21 

V 

19

VI 

20

VII 

14

VIII 

7 

Jumlah

144 

 

Ada tiga bukti mengapa Prodi TI berusaha mengakselarasi kelulusan mahasiswanya

  1. Jatah Kuota SKS yang besar di Semester 1 & 2. Semester 1 & 2 adalah semester Paket artinya semua mahasiswa berhak memperoleh SKS tersebut tanpa melihat IP Semester lalu. Hal ini cocok bagi mahasiswa baru yang masih dalam kondisi Adaptasi dengan memberi kesempatan mereka SKS lebih banyak karena kami percaya Anda masuk ke Prodi TI adalah orang orang terpilih dengan rasio 1:42.
  2. Pada semester 5 itu adalah semester awal konsentrasi, pada tahap ini SKS didesain tidak tinggi agar Anda memiliki waktu eksplorasi diri mana konsentrasi yang tepat untuk Anda dan menyiapkan Anda akan KP kemana.
  3. Semster V-VI didesain tidak tinggi untuk memberi Anda waktu untuk mengikuti berbagai kompetisi, internship, student exchange dan yang lain. Dan sebagian besar kurikulum V dan VI yang merupakan kuliah prodi TI tersedia dan dapat dikonversi di Universitas Lain yang mengadopsi sistem yang sama.

Kurikulum yang Seimbang

Keseimbangan kurikulum didasarkan pada dua hal yakni breadth dan depth dan keduanya didasarkan pada BOK NSPE (National Society of Professional Engineers) dan BOK IEEE/ACM. Breadth difasilitasi dengan kurikulum yang umum (ditandai dengan TEI, UNU, FKU, dsb). Sementara yang depth ditandai dengan kode TIF. Dan berita baiknya TIF saat ini lebih sederhana kuliahnya dan lebih dalam di kuliah pilihannya.

Terlepas dari semua itu kurikulum ini masih jauh dari sempurna, dan sempurna tersebut hanya akan nyata dari masukan mahasiswa dan alumni. Sampai jumpa!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *